i don't have a job
i never liked them
i just wanna play in the sunshine
mereka bilang, summertime adalah
saat bunga mekar menjadi buah-buahan
saat buah matang itu jadi siap panen
para lelaki bertelanjang dada di ladang
memetik stonefruit dan penuh keringat
anak kecil belajar mengembala dan berkuda
para wanita bernyanyi dan membuka bajunya
summertime adalah mandi matahari berbikini
semua tertawa lebar bahkan pengangguran
seperti para 'abo' dengan tatoo dan ganja
summertime adalah saatnya telanjang
they say i was wrong
but i know better
i live my life like i'm dying
-koko: hei steve, u like this sound?
-steve: a lot .. u know who they are?
-koko: sure, they ozzies
-steve: never been good, i dont know it yet
-koko: i've told ya .. i'm a radio's dj!
-steve: no more bullshit, koko .. you lie again!
gimme a chance, i'll do my best
to kick and scream and dance
when winter comes i'll turn around
steve adalah salah seorang supervisor di ladang buah
milik perusahaan 'sicilian & son', dan dia selalu 'kalah'
bicara denganku ('koko', my nick-name) terutama soal musik.
di ladang itu, aku jadi 'tangan kanannya' dan boleh punya
'traktor' sendiri untuk mengangkut buah panen (necktarine,
plum juga aprikot) ke pabrik. dan aku sendiri boleh milih
anak buah sendiri, yakni 3 orang korean dan 2 malaysian.
salah satu lagu yang sering diputar kencang dari radio di
traktorku saat di ladang (dari jam 6 subuh sampe 5 sore)
adalah 'in the summertime' dari kelompok 'thirsty merc'.
meski lumayan dikenal, tapi si steve gak tau kalo band
baru ini ternyata dari asli dari australia. band ini mulai
dikenal saat menjadi band pembuka konser 'maroon 5' di
brisbane taon lalu, saat ini sedang promo tour ke amrik.
take me back to the sweet times
the hot nights
everything is gonna be alright
in the summertime, baby in the summertime
and even if i have to wait til next year
i don't care
all i know is that i'll meet you there
in the summertime
baby, in the summertime
that is where .. i'll be
lagu ini hampir setiap hari di putar, dan kadang
bikin pikiranku jadi melayang pada sebuah shelter.
entah dimana, kapan dan seperti apa .. terutama saat
matahari sedang terik di atas kepala, ditengah ladang
dan haus sembari menenteng 'kantong buah' seberat 8kg.
meskipun 'for good money' (au $12/hour), tapi lantas
jadi kepikiran .. buat apa (siapa) semuanya nanti?
manalagi nyeri pinggang sering kumat (akibat badminton
waktu mo tanding ke canberra april lalu), jadi bikin
kangen pengen cepet terbang ke tukang urut langganan.
baby, in the summertime
that is where .. i'll be
lagu yang masih terngiang, saat diperjalanan ketika
berganti bis dan kereta di 'couch'. kadang membuat nafsu
traveling bisa jadi hilang, pengen cepet nyampe rumah.
maka saat tadi subuh berada di 'albury', ketika kembali
memasuki perbatasan 'new south wales', aku langsung
ambil jalan pintas untuk langsung pake bis ke wollongong
alias batal ambil kereta yang menuju ke sydney dulu.
balik ke rumah. yang mana? hmm .. radioliner
http://www.thirstymerc.com/
-duke-
d.U.k.E~m.E.n.d.E.n.g.A.r
Sunday, December 18, 2005
Friday, November 18, 2005

Occupation: HARD-ROCK
Favorite Music: AC/DC
About Me:
AC/DC are an Australian hard rock band.
The group formed in Sydney, (December, 1973).
Their albums have sold in colossal numbers, the total now
being estimated at well in excess 100 million copies worldwide.
Although the group are generally considered to be a pioneer of
hard rock and heavy metal music, the members have always
referred to their music as rock 'n' roll and blues-based with
a higher level of distortion in guitars.
AC/DC fans are generally divided into the "Bon Scott era
(1974 to 80)" and the Brian Johnson era (1980-present).
Overall, AC/DC are the most successful and well-known
rock band of any genre, to hail from Australia.
Line-Up:
Dave Evans - vocals (1973-1974)
Colin Burgess - drums (1973-1974)
Rob Bailey II - bass (1973-1974)
Noel Taylor - drums (1974)
Larry van Kriedt - Bass, saxofon (1973-1975)
Peter Clack - Drums (1974-1975)
Mark Evans II - bass (1974-1975)
Ronald 'Bon' Scott - vocals (1974-1980)+
Simon Wright - drums (1984-1989)
Chris Slade - drums (1989-1994)
-------------------------------------
Brian Johnson - vocals (1980-present)
Malcolm Young - guitar (1973-present)
Angus Young - guitar (1973-present)
Cliff Williams - bass (1977-present)
Phil Rudd - drums (1975-1983; 1994-present)
-------------------------------------
International Discography studio:
May 1976 - High Voltage
Dec 1976 - Dirty Deeds Done Dirt Cheap
Oct 1977 - Let There Be Rock
May 1978 - Powerage
Oct 1978 - If You Want Blood You've Got It
Aug 1979 - Highway to Hell
Jul 1980 - Back in Black
Nov 1981 - For Those About to Rock We Salute You
Aug 1983 - Flick of the Switch
Aug 1984 - '74 Jailbreak Jul 1985 - Fly on the Wall
May 1986 - Who Made Who
Feb 1988 - Blow Up Your Video
Oct 1990 - The Razor's Edge
Sep 1995 - Ballbreaker
Dec 1997 - Bonfire
Feb 2000 - Stiff Upper Lip
---------------------------
Versi ng-indo:
AC/DC adl singkatan dr "Alternating Current/Direct Current,
nama musik keras yg diilhami Margaret, adiknya Angus Young
waktu nge-vacuum karpet. Lantas banyak yg menghujat menjadi
Anti-Christ/Devils Children, berkesan satanist. Tapi gimanapun,
band ini kadung terkenal jd duta kebanggaan pemusik OZ dan gw
udah kumplit albumnya dr ngumpulin sejak awal 80-an.
Konon di October 2004, kota Melbourne telah memberi penghargaan
khusus buat mereka dgn memberi nama jalan ACDC Lane, di deket
Swanston Street. Gara2nya taon 1975, kelompok ini sempet bikin
video klip di wilayah sono utk lagu "It's a Long Way to the Top".
Sayangnya waktu maen ke Melbourne kmaren, gw gk sempet mampir
ke sonoh. Moga aja liburan summer besok gw sempetin, makanya
friendster ini gw bikin sbg penghargaan pribadi demi kelompok
ini sekaligus kenang2an kalo gw pernah nginjek tanahnya AC/DC.
Oya, orang sini nyebut band AC/DC pake nick: "Acca Dacca".
plizz add -> duke.acdc@gmail.com
- AC'DC -
Wednesday, August 03, 2005
*time in a bottle* [jim croce]
if i could save time in a bottle
the first thing that i'd like to do
is to save every day, till eternity
passes away .. just to spend them with you
jika aku bisa menyimpan waktu di dalam botol,
maka hal pertama yg kulakukan adalah terus akan
menjaganya setiap saat hingga keabadian punah
hanya demi aku bisa bersama denganmu saja
if i could make days last forever
if words could make wishes come true
i'd save every day like a treasure and then,
again, i would spend them with you
jika aku bisa setiap saat adalah abadi
jika segala ucapan bisa terpenuhi menjadi nyata
maka aku akan menjagaya sebagai harta, sehingga
sekali lagi, demi aku bisa bersama denganmu saja
but there never seems to be enough time
to do things you want to do once you find them
i've looked around enough to know, that you're
the one i want to go .. through time with
tapi nyatalah, segalanya mesti tak pernah cukup waktu
untuk melakukan perkara di saat kau butuh melakukannya
namun akupun cukup bisa untuk merasakan, bahwa kau
hanya satu-satunya alasan bagiku, dan terus bersama
if i had a box just for wishes
and dreams that had never come true
the box would be empty, except for memory
of how .. they were answered by you
lantas jika aku punya sebuah kotak permintaan
berikut angan yang meskipun muskil bisa didapatkan
maka kotak itu mungkin saja kosong, kecuali bisa
diisi dari segala kenangan dan semua yg pernah ada
sekaligus .. mereka semua itulah hadir karena-mu
+++++++++++++++++++++++++++++++++++
sudahlah jelas, ungkapan lagu ini melalui dua bahasa. diciptakan
oleh penulis, penyanyi, pemusik balad dari amerika yang konon
terkenal. karena jujur aku gk pernah denger nama ini sebelumnya
meski lagu 'time in a bottle' samar udah pernah kudengar di taon
80an di kompilasi folk.
dilahirkan taon 1943, james croce tumbuh di lingkungan keluarga
yg menyenangi musik. minat pertamanya adalah belajar akordion
di usia dini 5 taon juga bermain gitar. lalu giat bikin acara musik
di sekolahnya, bahkan mulai ngamen tunggal di berbagai restoran
dan cafe. selain untuk bisa mengasah bakatnya, hal itu dilakukan
untuk menyambung hidup karena orang tuanya kurang mampu.
kerasnya kehidupan gak memudarkan impiannya untuk bisa jadi
terkenal dan hidup layak dari bermusik, hal yg tampak dari raut
wajah nan keras, tampak sendirian namun sensitif melalui banyak
karyanya yg puitis. iapun sempat menikah dengan ingrid, yang
membantunya bermusik sepenuh hati hingga bertualang ke
new york dan 'ngamen' menggunakan nama 'jim and ingrid'.
setelah beberapa kali berusaha menembus rekaman dan gagal
dengan rekaman contoh, mereka mudik ke kampung halaman
dalam keadaan miskin bahkan mesti jual gitarnya. ia berusaha
kerja kasar serabutan. salah satu kecelakaan fatal saat menjadi
tukang kayu, jim pernah 'menghajar' satu jari tangan kanannya
hingga putus. sebuah kehilangan aset berharga sebagai musisi
yg bermain dengan gitar akustik. namun hikmah selalu datang
misterius, keberuntungan tiba. taon 1972 ia ditawarkan untuk
menyanyikan kumpulan lagunya sendiri dalam judul sangar,
'you dont mess around with jim'. album perdana ini sanggup
memperoleh pengakuan popularitas terutama buat singel
'time in a bottle'. serta album selanjutnya 'life and times' yg
menghasilkan beberapa hits balada sebagai ciri khasnya.
jim mulai tampak menikmati jerih payah sekaligus membalas
kepercayaan dan dukungan istrinya, serta memberi keyakinan
tinggi untuk hidup di bidang yg telah dipilihnya. apalagi mereka
telah dikaruniai seorang anak, lagu 'time in the bottle' khusus
diciptakan di saat sulit dan ditujukan buat anak lelakinya yakni
'adrian james croce' yg kini juga jadi pemusik. sebagai musisi yg
memiliki sikap lewat lirik kemanusiaan, ia pernah mengalami
kesan indah saat diundang konser amal untuk musibah di afrika.
'we had a good time,' jim recalls. 'we just ate what the people ate,
lived in the woods, and played our songs. of course they didn't
speak english, but if u mean what u're singing, people understand!'.
meminjam lirik dan kisah hidup jim, aku semakin meyakini
tentang makna 'relativitas'. bahagia dan duka memang tipis
bedanya dan gampang dibalik dalam hitungan detik. juga yg
namanya kemalangan dan anugerah, bagai siang dan malam ato
kenyang dan lapar. sehingga kadang manusia perlu diingatkan
melalui beberapa peristiwa, misalnya yang namanya harta,
akan lebih bermakna dan diratapi setelah ia menghilang.
dan kadang manusia juga dikaruniai insting untuk menyadari
sekaligus menyikapi bagaimana menjalaninya. jim mengajarkan
untuk 'menyimpan waktu' demi takut kehilangan. namun dengan
merelakan waktu itu pergi, ia bisa mendapatkan kebahagiaan
baru yakni lagu ciptaannya telah memberinya anugerah lain.
entahlah, apakah waktu memang menyimpan banyak misteri dan
khusus melalui kehidupan jim sebagai pelajaran. karena saat
ia mulai sibuk dengan kehidupan baru yang didambanya, juga
bersiap menyiapkan album ketiga 'i got a name', kembali ia
membuat 'judi' dengan waktu yakni pada 20 september 1973.
saat pesawat yang ditumpanginya baru mengangkasa, pilot
mendapat kesulitan dengan cuaca dan dunia mendengar sebuah
kecelakaan yang menewaskan jim croce. hanya beberapa saat
sebelum album ketiganya diluncurkan, dan seperti ironika
dari beberapa kisah artis, album itu meledak di taon 1974.
sementara jim hanya hidup untuk 30 taon dan selalu bahagia
di atas semua cobaannya, walau hanya jadi artis setaon.
ingrid sang istri, tak bisa menerima fakta ini lantas
sempat mengurung diri sekaligus menutup publikasi termasuk
untuk menyimpan semua aset lagu karya jim. namun akhirnya
ia bisa dibujuk oleh anak perempuannya (dari suami berikut)
untuk mempublish dan merekam kembali harta karun mereka.
maka .. dunia kembali bisa menikmati sang pejuang lirik
ini sekaligus meresapi lirik i'll have to say i love you
in a song yang dihadiahkan buat sang istri, juga misteri
dan keindahan sebuah saat berharga 'time in a bottle'.
*now playing: 'time in a bottle' __ jim croce (1972)
-duke-
Tuesday, April 05, 2005
genius loves company
niat tinggal niat, tadinya aku mo beli cd original
album terakhir duet-nya opa ray with cs sebagai
penghargaan khusus sekaligus tanda sentimentil.
tapi lantaran lagi rajin donlod melulu, eh .. lantas
sekarang udah kumplit deh mp3 nya di laptop ;o)
menurutku, sesungguhnya album ini tetep layak koleksi.
meskipun bukan mengeluarkan karya hit legendaris milik
ray seperti 'georgia on my mind' (aku kok suka versinya
michael bolton yah?) ato 'hit the road, jack' serta i can't stop
loving you, tapi lebih sebagai tanda kesuksesan seorang ray
yang sanggup memperkaya kontribusi ala motown dengan
keberhasilan meracik unsur gospel, blues, jazz, country dan
rock'n'roll. misalnya lagu you don't know me adalah aslinya
lagu country, pernah dibawakan ray taon 1962. kini menjadi
jazzy karena sentuhan vokalis dan pianis diana krall tanpa
menghilangkan nuansa blues ala ray. denger lagu ini, seolah
terbayang duet legendaris antara ray dengan billy joel lewat
canda 'my baby grand'. lalu 'here we go again' yg pernah jadi
hits ray akhir 60-an, kini dibikin duet bareng si jelita norah
jones serta nyabet grammy kemaren. klo gak salah, dibantu
musisi legendaris yg mencet hammond adalah billy preston.
kedengeran kok namanya sempet disebut ama om ray saat
improvisasi ; 'alright mr. preston!' trus si mister ini 'ngamuk'
mencetin organnya. mr preston ini pernah bantu beatles di
lagu obladi-blada dll, juga rolling stones terutama konser.
dari 12 lagu album genius loves company, tercatat setidaknya
3 penyanyi yg turut nyumbang hits mereka untuk dibikin duet.
mungkin lebih, aku kudu check lagi. mereka adalah elton john,
james taylor dan van morrison dengan aransemen yang khas.
kalo bareng gladys knight lewat 'heaven help us all' adalah gospel
yang kalo gak salah inget pernah dibawakan stevie wonder. salah
satu yang asik kombinasinya adalah bareng michael mc donald,
musisi serba bisa yang pernah bantu group dooby brothers (inget
'long train coming' ama 'listen to the music'?) juga kenny logins dst,
lewat nomor 'hey girl' yang jazzy dan michael banget. uniknya ray
malah ngambil nada tinggi sampe berkesan tercekik, biasanya sih
spesial suara michael. lalu pembuktian bahwa ray bisa 'bernyanyi
indah' adalah bareng si 'suara menggigil' johnny mathis liwat epic
'over the rainbow'. nah, yang rada aneh dan menurutku 'maksa'
adalah duet bareng si suara gunung, lae willie nelson. kayak bukan
duet kesannya. beda seperti ray dengan pendekar blues bb king,
bukan cuma duet tapi juga duel seru piano khas ray vs lengkingan
lucillenya king, top! overall, album ini merupakan warisan terakhir
yang sempat dibuat oleh legenda yang patut dihormati berbagai
insan musik dan musisi juga jenius kolaborasi berbagai cinta.
*np: 'makin whoopie' ___ ray charles and big band (live)
-duke-
Tuesday, March 29, 2005
*kenapa musik 70-an?* (vintage)
..see nO~dukEhear nO~dukE talk nO~dukE..
From: "duke"
Date: Sun Nov 7, 2004 7:56 am
Subject: *kenapa musik 70-an?* (vintage)
dari arsip lama radioliner, berusia nyaris 2 taon pas.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
http://groups.yahoo.com/group/radioliner/message/754
From: "duke"
Date: Tue Nov 26, 2002 12:01 pm
Subject: kenapa musik 80-an?
bersifat subjektif atas sebab tertentu. antara lain:
pertama, saya mulai serius melek lagu.
..................
kedua, mulai ketemu temen-temen 'sealiran darah'.
..................
ketiga, jika taon 70-an adalah intro buat kenal segala musik
maka 80-an adalah berburu segala artikel, musisi dan sejarahnya.
.................. dst
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
maka demi beberapa hal mengenai tulisan musik angkatan 70-an ini,
mungkin jd makin bersifat subjektif atas sebab tertentu antara lain:
pertama; sesuai 'tagline' berbunyi *jika taon 80-an adalah berburu segala
artikel, musisi dan sejarahnya maka era 70an adalah intro buat mengenal
segala musik*. bahwa musik sanggup mewakili ciri seseorang sekaligus
sosok dari tempat serta masa tertentu, bisa diwakilkan melalui tokoh
mozart ato seorang elvis maupun citra metallica bagi penggemarnya.
artinya, musik berkaitan dengan situasi audience, sebuah selera juga
gerakan maupun simbol yang tak bakal lekang dimakan jaman. perkara
ini 'membangkitkan kesadaran penulis' bahwa daku sebagai angkatan
kelahiran 60-an, ternyata bisa memiliki simbol ato semacam pengakuan
atas selera dan 'keterlibatan kelakuan' pada suatu waktu hingga hal
tersebut diwakili melalui musiknya. lantas, kenapa ada istilah 70-an
ato 80-an dst? bukankah keduanya sama uzur alias digelari kategori
'jurasic park' kalo ditinjau berdasarkan rentang 'di atas 15 taon'?
ehm, begini. walau sesama kategori 'purba' tapi jelas ada perbedaan
70 dan 80. yang pasti angkanya beda. kemudian, faktor teknologi yang
digunakan para musisi termasuk media rekaman, penyebaran via media
massa dan berlaku pula bagi penikmatnya. maka jimi hendrix pernah
bakar gitar di konser untuk dapetin suara asik sekaligus dikenang,
tapi sejak taon 80-an bisa dibantu teknologi dan kebanyakan berkesan
'action doang'. begitupun pendengarnya, dulu repot kalo mo dengerin
karena kudu nunggu stok impor piringan hitam di toko langganan.
jadi inget, daku pernah 'digamparin' bokap sang penguasa turntable
akibat matahin jarumnya lantaran keliru nyetel plat. sementara taon
80an uda pake tape deck dan walkman sekaligus memisahkan diri dgn
rak koleksi pribadi. serta perkara laen sebagai pengalaman pribadi.
kedua; perkenankan daku pinjem istilah yg sering dipake pemasaran
industri hiburan alias segmented. peta dalam blantika (musik) hiburan
populer umumnya dibagi atas 2 wilayah besar. yakni pasar dewasa (adult)
berisi kaum dianggap mapan (konsumers) serta sangat dibumbui faktor
nostalgia dlm me-recall kejayaan masa mudanya. kedua, pasar muda(kini)
yg potensial sekaligus menantang (trend) yakni para konsumen sebagai
pemilik zaman yang sedang berjalan saat ini. mereka kadang memilih
'legenda' sebagai referensi bagi konsumen kritis ato warisan selera
dari seniornya. ditambah pelaku industri yg kreatif saat mengemas
berbagai dagangan 'ikon jaman' ato berupa konsep daur ulang.
nah, otomatis aku milih kriteria pertama dong. walau sebetulnya sebutan
'musik 70-an' gak lantas kaku pada sebuah era. karena lebih merupakan
semacam rangkuman untuk membatasi tinjauan khusus dimaksud, yakni
*segala musik sejak era rock'n'roll (50-an) hingga kejayaan 70-an*.
lebih spesifik lagi, adalah musik popular yang tumbuh massal serta
menggunakan alat perekam 'made in thomas edisson' serta penyebaran
aktif melalui media sebagai hiburan modern. maka otomatis berlaku
unsur 'entertaint' dan 'industri'. maka syah aja kalo aku masukkan nama
little richard, john mayall dan gerombolan dan keturunannya, kejayaan
be bop hingga fussion, james 'godfather of soul' brown serta sindikasi
motown, virus pergerakan reggae, transformasi hardrock menjadi metal,
progressive, dkk, dst. namun tidak untuk eranya opa mozart (classic,
baroque, dst) maupun blues original di era awal (delta mississipi),
termasuk rag time, apalagi genre new romantrics maupun nu metal.
ketiga; spesifik pd kelakuanku di taon 70-an. mungkin yang memang
berjasa membuatku jadi demen musik adalah the beatles sbg koleksi
pertama yakni akhir taon 70an (sebelum lennon 'off') set-box album
10 kaset dan dilengkapi kotak. tapi sebagai pencerahan sekaligus
terngiang hingga kini adalah pengaruh magnit lagu gemuruh ini:
hey hey mama said the way you move ..
gonna make you sweat, gonnna make you groove
teriakan begitu nyalang sekaligus sexy, disambut raungan gitar dan
dentuman liukan bas serta .. astaga, gempuran dari drumnya itu loh!
empat pendekar yang 'begitu serius' ngerjain masing-masing tugasnya,
lewat lagu 'black dog, from the master of led zeppelin. lagu ini pernah
jadi pembuka serial video favoritku, kayaknya berjudul 'rock concert'.
bener gak? kompilasi rockers dan biasa dalam format konser. lantas
aku juga giat belajar gitar supaya bisa maen intro sembari nyanyi:
there's a lady who's sure
all that glitters is gold ..
and she's buying a stairway to heaven
aku yakin, i'm not the only one (lirik imagine), alias semua kelakuan
anak muda taon 70an pasti sama. yang demen musik tentu dan semua
gara2 satu nama: the zepp. well .. emang sih gak lantas berburu kaset
ato persis kelakuanku di taon 80-an. maklum, kemana-mana masih pake
celana pendek, bokek dan lebih demen nyebur sungai ato layangan ;o)
malah koleksi kaset rock pertamaku adalah group queen (alb the game)
beli pas taon 80. tapi setelah hijrah ke bandung (cihapit), langsung
kumplitlah serial the zepp koleksi langka rekaman 'monalisa'.
keempat; nah ini baru seru karena mulai ngomong musik 70-an.
(loh, emang dari tadi itu blon ya ehehee). begini nih. kalo musik 80-an
lebih mengandalkan fenomena teknologi serta -yang terpenting- adalah
media massa, maka buat kejayaan 70-an (terutama era 60-an di inggris)
adalah beberapa perubahan yg bisa disebut masterpiece or cetak dasar
termasuk 'blue print'nya sebagai musik industri modern. jika dikaitkan
dengan berbagai fenomena penting dunia, maka taon 60-an termasuk
banyak menyimpan sejarah pergolakan pasca world war dan beragam
krisis global, bikin anak muda pada resah. namun untuk pembahasan ini,
aku fokus pd fenomena musik rock saja. kebetulan ada arsip milis:
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
http://groups.yahoo.com/group/radioliner/message/736
From: "duke"
Date: Tue Nov 19, 2002 11:05 pm
Subject: THAT'S R.O.C.K !!
..........
sejak cerita tentang rock itu sendiri dimulai pertengahan 50-an,
musik telah berevolusi menawarkan corak pengaruhnya. baik dari segi
budaya rock'n'roll (era elvis presley), hingar bingar pop rock british
yg meriah (beatles, rolling stones, jimi hendrix, etc) lalu gelombang
kebudayaan british invation dlm pentas woodstock music festival.
.......... cut
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++
kita coba dari satu aspek: lirik lagu. inspirasi ini sebagai kekayaan
dan kejayaan musik rock baru disadari pd dekade 60-an. mungkin persis
tekanan pada 'arwah' musik blues taon 1900-an namun pelopor musisi
rock menggunakan ekspresi lirik sebagai keresahan dan protes mereka.
ada yang dibalut dengan liris puitis dibalut melalui unsur musikal
seperti diwakili para pendekar serius musisi progressive (art) rock
semisal jon anderson (yes), kelompok jethro tull yg menggali naskah
dari sistem perbudakan tanah (land lord) di inggris, pink floyd yang
mengajak pendengar 'bermimpi sekaligus tragis', namun dibalik ilham
mitologis cenderung pseudo-ritualis, mereka berontak dan berkesan
melarikan diri pd kehidupan semu (psychedelic? futuris?). sebaliknya,
beberapa musisi tampil gahar sembari teriak vulgar, walau terbagi juga,
ada yang berseru lantang mengecam seperti bob dylan, jim morrison,
john lennon, dst, juga ada berlindung atas nama gerakan non politis
ketimbang vulgar revolusioner. namun apapun bentuknya lirik tersebut
terasa 'pas' dan ekspresif saat dinyanyikan sembari berloncatan, itulah
musik pelepasan, esensi rock. ditambah eksplorasi sound sistem yang
digeber berikut gaya panggung anti kemapanan oleh gerakan peziarah
'flower generation'. wakil generasi yang beranggapan bahwa musik
mereka memiliki sikap lebih potensial dibandingkan sistem politik
apapun manapun, melainkan bareng bernyanyi lantang: hard rock.
kelima; ehm gile .. masi nekat baca? ok, setelah sekilas nyontek pada
kelakuan legenda itu, selanjutnya kira-kira, apa masih pantas mereka
diobrolin? gimana kalo aku tanya dulu: tau lagu 'we will rock you'?
di acara sport maupun iklan ato versi boys-band '5ive'? ah gampang,
itu kan lagunya queen. ok, gimana kalo lagu 'you can't hurry love'
yg pernah dibawakan phil collins? ato knockin' on heaven's door oleh
beratus musisi? juga tembang seasons in the sun dibawakan ulang
oleh westlife? ada satu istilah bisa digelar untuk penggunaan lagu
berikut fenomena para legendanya ini: 'vintage' (high quality).
:middle english, influenced by viniter, vintner;
:of old french *vendange*; from latin *vndmia*.
:----> vnum = grapes + dmere = to take off.
* n o u n;
:1. the yield of wine or grapes from a vineyard
:or district during one season.
:2. wine, usually of high quality, identified as
:to year and vineyard or district of origin.
** a d j e c t i v e (not gradable);
:(esp of something old) of high quality and lasting
:value, or showing the best characteristics of its type
jadi kira-kira telah berhubungan dengan buah/minuman anggur. kalo mo
dipaksaain ama musik, emang ada hubungan. semua juga tau, apalagi
musisi bule, pada demen minum anggur. tapi gak penting, karena yang
mo dibahas adalah, semakin tua usia (minuman) anggur, konon makin
nikmat otomatis makin mahal. indonesia juga punya, tapi istilah untuk
laen buah, yakni: tua-tua keladi, semakin tua makin menjadi. rupanya
kiasan ini bisa kepake buat musisi dan musiknya, juga masing-masing
punya fans andalan ato pendengarnya punya alasan tertentu. misalnya,
bob dylan menulis lagu 'knockin on heavens door', lalu dicover yahud
oleh guns'n'roses tapi versi avril lavigne dihujat abis. mereka telah
meminjam untuk konsep humanisme. 'seasons in the sun' merupakan
adaptasi puisi perancis lantas digubah oleh seniman belgia lalu di
translate ke inggris taon 1964an untuk dibawakan 'the kingston trio'
sebelum akhirnya 'dibenahin' musisi kanada, terry jack sbg didedikasi
untuk kematian sahabatnya yg personal kelompok 'the beach boys'.
sebutan 'vintage' merupakan penghargaan khusus bagi para musisi
maupun karyanya yg patut bertahan lama menjadi legendaris, timeless.
mereka dianggap sebagai sosok motivator, inspirator hingga warisannya
yang terus layak ditiru, digunakan hingga sekarang sebagai kemewahan.
beberapa cara lantas muncul seperti rekaman daur ulang (merekam dari
materi lama ke versi baru), gaya dan tindakannya di tiru, alat musik yang
'disesuaikan' ke tempo dulu bahkan berkesan 'kembali purba', dst.
beberapa alasan bisa dikemukakan misalnya karena demen, ato kepepet
ama stok lagu baru jadi ambil yang lawas, pengaruh trend 'retro' ato
'old skool'. tapi bagi yang lebih idealis, misal musisi pemuja vintage
kayak slash (gitaris guns n roses, snakepit) juga tom morelo (mantan
gitaris rage against the machine juga audioslave) yg akrab teknologi,
justru dengan sengaja makin menjauhkan diri dr berbagai efek modern.
mereka meminimkan andalan asesoris gitar namun memaksimalkan
tujuan untuk menyamai berbagai ciri dan gaya semirip mungkin dengan
para leluhur. termasuk berburu barang antik seperti replika gitar merek
gibson serta fender. dengan tujuan dr peralatan para leluhur yg sama
itu berarti tinggal kemampuannya kelak diuji apa mereka emang mampu
menyamai kehebatan idolanya. serta bukan perkara keberhasilan ato
siapa yang lebih unggul, tapi kerinduan semua musisi adalah, melalui
jejak pendahulu itu mereka ingin menyamai 'anggur berkualitas'.
serta faktor penting untuk membuktikan keberhasilan mereka: waktu!
karena, waktu pula bersabda, para legenda adalah milik masa lampau.
dari sekian masa lampau itulah yg kumaksud atas judul 'musik 70-an'.
-duke-
